Rabu, 19 Agustus 2009
Caraku..caramu..
Aq benci sukamu..aq benci sukaku..
Saat sprti ni aq benci kehidupanq..aq rindu saat sprt dl..meski htm,ada yg mendengarq..meski kelam..ada yg mnjd tempat bg lariku..meski dibenci orang..ada yg menanggapiku..dgn tanggapan..bkn diam atau crt br..
Maap cinta..aq mulai ragu dg hdpq..
Rabu, 10 Juni 2009
Apa mauku..maumupun aku tak mengerti...
aku sakit...tanpa dirimu...
aku tertawa tanpa adamu...
aku terhenyak bila disisimu...
aku tersenyum saat kau senyumiku...
aku tertunduk saat matamu hujam hatiku...
aku menepis, saat hatiku menjauh darimu...
tapi saat ini....aku terdiam..hanya bisa diam...
perbedaan mantapkanku, keterbatasan kurangi yakinku...
aku tak mengerti dengan hidup...aku tahu arti menghidupi...
yach...aku gila...saat ini gila....karena keadaanku, hidupku dan keterbatasanku
aku tak tahu lagi...
yah...saat ini aku merasa perbedaan terlalu jauh membentang diantara kita...
aku hanya orang desa, miskin yang mengutamakan sosial diantara tetangga...
sedikit yang tak kumengerti, mungkin kau yang belum merasakan hidup dengan sosial yang musti dijaga...
haaaaaa....aku tertawa terengah layu...
merajuk sayu tikamkan ragu...
aku tertawa dengan pedih iris pilu tenangku...
dear, aku tak memaksa kau mengerti, tak memaksa kau memahami...
ucap tiada berguna, nyata bila kau disini baru mengerti...
kadang ada penjelasan yang tak bisa diungkapkan dengan kata...
kadang ada kenyataan yang ada hanya dalam cerita...
dear, aku tertunduk lesu dalam diamku...sangat, sangat mengharapkan hadirmu...ucapmu...
aku ingin memulai..tapi apalah daya saat kata tak bisa jelaskan semuanya...
mantapkan hatimu dear...aku masih disini...dengan cintaku meski keterbatasan liputi keadaanku...meski sosial haruskan aku tak memilih...
aku ngilu....
Jumat, 27 Maret 2009
dear...ingatlah yang dulu...
telah tiba waktu...
dimana aku melengus...sujudkan duka
dan berucap "masihkah kau selembut dahulu....beriku cawan tuangkan damai..
"masihkan kau sebenting dahulu, beriku tombak yang berujung salju?"
saat kudekap, kau mendekapku....
saat kukecup, kau mengecupku dengan dalamnya...
kita jauh berbeda, arang melejut tiupkan asap...
kita jauh berbeda, tapi sempat menyatu dalam cinta...dulu...
kini nasib bergerak dengan datarnya...
kini, batas pengertian bergeser jauh beringsut...
masihkah kau memiliki mimpi itu dear?...tanyaku...seperti dahulu...
Gandrungmangu, Jun 24'08
fyuuuuuh...aq pun rindu
sejenak lalu biru mengharu...
tergontai...
merajuk mendamba hangat...
sepintas asa meonjak, menghasut...aq ingin kerinduan.
aq ingin cinta, aq ingin sekedar nikmat, hati...
ehmmm...gagu aq hanya terdiam..
hanya bisa ucap.."rindu inipun hanya kunikmati sendiri"
huuuh...aku melengus..
Pasrahkan nasib yang titahkan kuasa..
Sucikan hasrat tabahkan pelukku...
fyuuh...aku mendengus...
menengadah aral, terima sucinya...
Menatap, mendapat resah hati yang memberat
memberat dan semakin berat.
Mmmmuuuuuaaaach...aku mengecup..
Mmmmuuuuuaaaach..aku membelai...
Mmmmuuuuuaaaach..aku mendekap...memeluk erat, sangat erat..
dan akhirnya akupun merindu....
Gandrungmangu, Mei 21'08
Rabu, 07 Januari 2009
yach..sebuah puisi penyesalan..
dear, kadang aku merasa aku takut...aku takut menemukan keadaan dalam diriku yang tak ada...aku takut mengadakan dalam diriku yang sebenarnya tidak ada...
dear, bantu aku.. tuliskan dalam hatimu takutku..catat dalam ingatmu adaku...
maaf dear bila nasib berujung salju...dingin mematikan kenyataan...
maaf dear bila sikap berpaku duri...sakit menusuk tikam sucimu...
maaf..maafkan aku dear..aku merasa aku adalah aku yang tak pernah menjadi aku...aku hanya keakuan dari kepura-puraan menjadi aku...maaf...
yach